Harian Mediasi.Com-Tulang Bawang – Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Tulang Bawang menggelar acara Tasyakuran dan Pengukuhan Santri Pagar Nusa se-Tulang Bawang yang berlangsung khidmat di Kampung Bandar Aji, Kecamatan Gedung Aji, pada Sabtu malam (29/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan masa latihan dan resmi bergabung sebagai pendekar Pagar Nusa.

Sebanyak 118 santri dinyatakan lulus dan dikukuhkan dalam prosesi resmi yang disaksikan unsur USPika, tokoh masyarakat, para pengurus Pagar Nusa, serta ratusan wali santri yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Ketua PW Pagar Nusa Lampung, kiai Yana Supriyana, S.H., menegaskan bahwa pembinaan dan latihan Pagar Nusa harus mengedepankan metode pendidikan yang positif tanpa kekerasan fisik, verbal, maupun mental.

> “Latihan Pagar Nusa dilakukan tanpa kekerasan. Tidak ada kekeran fisik yang ada adalah peningkatan fisik, latihan fisik terukur seperti push up, serta pembinaan mental yang mendidik dan membentuk karakter,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC Pagar Nusa Tulang Bawang yang diwakili Andi Mangkona mengingatkan para santri untuk selalu menjaga adab, menghormati orang tua, menghormati pelatih, dan menjunjung tinggi akhlak sebagai identitas pendekar NU.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengcab IPSI Tulang Bawang, Zerbi R., menekankan bahwa santri Pagar Nusa memiliki potensi besar untuk menjadi atlet dan berprestasi di bidang pencak silat.

> “Pendekar Pagar Nusa harus ikut membantu IPSI dan pemerintah dalam membentuk atlet-atlet pencak silat yang dapat mengharumkan nama daerah dan organisasi. Peluang berprestasi sangat besar bagi mereka yang mau sungguh-sungguh berlatih,” ujarnya.

Acara juga diisi dengan mauidhoh hasanah oleh KH. Naiman, yang menegaskan bahwa Pagar Nusa merupakan pasukan inti Nahdlatul Ulama. Karena itu, para santri harus siap menjaga para kiai dan memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan masyarakat.

Di sela kegiatan, Suguntur, S.H., Ketua LBH Walisongo Nusantara sekaligus Managing Partner Kantor Hukum Suguntur, S.H & Rekan, memberikan pernyataan saat diwawancarai wartawan.

> “Saya merasa terhormat diundang dalam acara pengukuhan ini. Santri Pagar Nusa selain belajar pencak silat, jurus, teknik, dan kekuatan fisik, juga harus memahami pentingnya ilmu hukum. Ini penting agar mereka mampu melindungi diri, masyarakat, dan organisasi dari tindakan yang dapat merugikan,” jelasnya.

Acara berjalan dengan khidmat dan penuh antusias, menunjukkan soliditas Pagar Nusa serta dukungan kuat dari masyarakat dan wali santri. Dengan dikukuhkannya 118 santri baru ini, Pagar Nusa Setulang Bawang diharapkan semakin maju, berprestasi, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi, seni bela diri, serta nilai-nilai ke-NU-an di Tulang Bawang.(Caswari)

By admin